Jumat, 04 Maret 2016

KALIBIRU: PANORAMA DARI ATAS RUMAH POHON

KALIBIRU: PANORAMA DARI ATAS RUMAH POHON

Foto pemandangan rumah pohon dan Waduk Sermo dari ketinggian

Wisata Alam Kalibiru adalah wisata dengan pemandangan alam pegunungan, terletak di perbukitan Menoreh Kulon Progo, Yogyakarta. Tempat wisata ini dibuka pada tahun 2012. Satu tahun belakangan ini Kalibiru menjadi wisata yang sedang trend di Yogyakarta karena efek dari masyarakat dan artis-artis yang memposting fotonya saat di Kalibiru ke media sosial. Akhirnya, Kalibiru pun saat ini menjadi tempat wisata alam yang digandrungi oleh masyarakat.
Untuk sampai ke Kalibiru, disarankan datang dengan membawa kendaraan pribadi baik motor atau mobil, karena jalan masuk dari Waduk Sermo menuju ke Kalibiru jauh dan tidak ada transportasi umum. Transportasi ojek hanya ada ketika mendekati kawasan Kalibiru. Kondisi di Kalibiru jalannya sudah beraspal, namun berliku-liku dengan tanjakan-turunan yang sangat curam. Di setiap beberapa meter, terdapat petugas (yang merupakan masyarakat sekitar) yang akan menjadi pengarah jalan menuju ke Kalibiru.
Jam operasional Kalibiru adalah pukul 08.00 - 18.00. Berikut ini adalah harga-harga tiket untuk masuk ke Kalibiru:
- Tiket memasuki kawasan Waduk Sermo Rp. 3,000/orang. Parkir motor Rp. 1,000
- Tiket Wisata Alam Kalibiru Rp. 10,000/orang
- Naik ke atas rumah pohon Rp. 15,000/orang 3 menit
- Jasa foto Rp. 5,000/foto (minimal 3 foto)
Pemandangan apa saja yang bisa kita nikmati di Kalibiru? Kita bisa melihat Waduk Sermo yang masih satu wilayah dengan wisata alam Kalibiru. Kemudian, setelah kita tiba di Kalibiru, kita bisa menikmati pemandangan Waduk Sermo dari ketinggian.  Kita bisa naik ke atas rumah pohon untuk melihat pemandangan dari atas secara lebih luas. Walaupun saya takut ketinggian, tetapi saya memberanikan diri untuk naik ke atas rumah pohon, dan setelah sampai di atas, kamu bisa menyegarkan mata, pikiran, paru-paru, dan hati kamu. Seger di mata dan di hati pemandangan hijaunya!


Foto proses naik ke rumah pohon


Ada beberapa spot untuk naik ke atas rumah pohon. Untuk naik ke atas rumah pohon, saran saya lebih baik datang lebih pagi. Karena saya tiba di sana jam 10 pagi, ternyata di spot 2 sudah ada 50 orang yang antri untuk naik ke atas rumah pohon dengan total lama antrenya sekitar 3,5 jam. Akhirnya saya pilih ke spot 1 yang masih agak sepi, hanya antri 7 orang dengan waktu antre sekitar 30 menit. Untuk naik ke atas rumah pohon, satu orang hanya dibatasi waktu selama 3 menit. Dari atas rumah pohon, kita bisa melihat dan menikmati pemandangan Waduk Sermo dari ketinggian. Kita bisa menikmat pemandangan yang indah ditambah dengan sensasi jantung yang deg-degan karena takut ketinggian. Kalau datang ke Kalibiru, harus coba naik ke rumah pohonnya dan rasakan sensasinya!



Foto sedang menikmati pemandangan Waduk Sermo dari atas rumah pohon


Dengan dibukanya wisata alam Kalibiru ini, tidak hanya menjadi alternatif wisata alam bagi para pelancong, tetapi menjadi berkah juga bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Banyak masyarakat yang terlibat dalam mengelola wisata alam ini seperti menjadi guide untuk rumah pohon, penjual makanan dan minuman, tukang parkir, hingga masyarakat yang bertugas untuk memberi petunjuk jalan. Secara ekonomi, masyarakat sekitar mendapatkan manfaat dan rezeki dari dibukanya Kalibiru. Semoga kita sebagai pengunjung dan pihak dari pengelola tetap menjaga kelestarian Kalibiru ini agar tempat wisata ini bisa lebih berkembang nantinya. Jadi, mau lihat juga apa yang saya lihat di Kalibiru? Masih tidur-tiduran di rumah aja? Indonesia itu indah bro! Ayo explore dan support wisata lokal Indonesia!


Sabtu, 30 Januari 2016

MASA PENERIMAAN ANGGOTA (MPA) ANSHULA

MASA PENERIMAAN ANGGOTA (MPA) ANSHULA


     Kegiatan Masa Penerimaan Anggota (MPA) adalah kegiatan rutin yang dilakukan sebagai penerimaan calon anggota baru Anshula.Kegiatan ini merupakan wadah kepada mahasiswa Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) untuk lebih mengenal alam serta kepedulian terhadap lingkungan, menjelajahi potensi alam di Indonesia serta sebagai pembawa visi dan misi kampus UNHAN sebagai pecinta alam yang memiliki jiwa bela negara. Serta untuk melaksanakan misi Anshula menjadi pionir falam upaya bela negra dan pelestarian lingkungan kedaulatan negara sebagai wujud pengejawantahan Pertahanan dan Keamanan Negara di darat, laut dan udara.




     Pelaksanaan perjalanan ini dilaksanakan pada hari sabtu-minggu tanggal 9-10 Januari 2016, yang bertempat pada Bumi Perkemahan Kawasan Kawah Ratu, Taman Nasional Halimun Salak (TNHS), Kawah Ratu dengan ketinggian 1.437 mdpl. Peserta yang mengikuti perjalanan terdiri dari mahasiswa UNHAN dan   angkatan 2015 dengan jumlah peserta 23 Orang.






PERJALANAN KE TAMAN NASIONAL HALIMUN SALAK (TNHS)

     Dalam melaksanakan perjalanan, kami mempersiapkan perlengkapan yang akan dibutuhkan selama perjalanan kami dilapangan. Sebelum berangkat kami melakukan briefing dari ketua Anshula Rizky Afriono untuk menyampaikan persiapan terakhir sebelum berangkat dan menyampaikan pesan dan harapan dari Karo Akademik (mewakili kampus) terhadap terlaksananya kegiatan MPA Anshula 2015,  setelah itu dilakukan doa dan foto bersama sebelum ke lokasi perkemahan.

    Keberangkatan kami dengan menggunakan 2 bus kampus dari Mess UNHAN yang telah diperbantukan dari pihak kami untuk mensukseskan kegiatan ini. Serta kami mendapat dua orang pendamping dari kampus yaitu Mayor Toha dan Mayor Rofiq, untuk melihat dan mendokumentasikan kegiatan MPA Anshula 2015 di lapangan.

     Setelah tiba di lokasi kami langsung berkoordinasi dengan pengelola perkemahan dan Volunteer TNHS, untuk mengurus administrasi dan perizinan menginap semalam di perkemahan dan untuk memasuki Kawah Ratu. Setelah selasai kami mendirikan tenda di blok C, lokasi perkemahan. Setelah mendirikan tenda kami ishoma. Saat siang dan sore hari kami melakukan pendataan dengan cara melakukan pengambilan data langsung dengan cara diskusi dengan warga yang ada di sekitar TNHS. Tema dari pendataan yang diambil adalah menanyakan kepada masyarakat sekitar mengenai potensi wisata yang ada di sekitar TNHS, bagaimana system keamanan dan Evakuasi ketika terjadi bencana di TNHS, harapan dan kesan masyarakat di sekitar kawasan terhadap pengelolaan TNHS.Setelah mendapatkan data kami kembali ke lokasi perkemahan.

Pada sore hari cuaca hujan yang menyebabkan sebagian beberapa tenda terendam, untuk mengantisipasinya disetiap tenda dibuat parit kecil untuk irigasi air jika terjadi hujan.Malam harinya dilakukan briefing untuk melakukan perjalanan besok di Kawah Ratu.


PERJALANAN KE KAWAH RATU

      Persiapan keberangkatan kami, dengan memasak untuk keperluan logistik makan pagi dan siang. Setelah itu melakukan packing tas dan membongkar tenda untuk diamankan di dalam bus. Tepat jam 8.30 kami melakukan perjalanan ke Kawah Ratu, peserta di bagi menjadi empat tim untuk memudahkan perjalanan. Tim 1 bertugas sebagai tim leader perjalanan yang memiliki tugas untuk menandai jalur perjalanan ke lokasi kawah ratu agar tidak ada tim keluar dari jalur. Tim 2 dan Tim 3 sebagai tim middle dan Tim 4 bertugas menjadi tim sweeper (Tim sapu bersih) untuk mengamankan jikalau ada barang dari Tim1, Tim 2 dan Tim 3 yang tercecer di jalan. Seluruh tim tiba di kawah ratu pukul 11.00-11.30 dengan estimasi perjalanan sekitar 2 jam 30 menit - 3 jam perjalanan. Setelah itu peserta istirahat dan menunggu prosesi pelantikan.Prosesi pelantikan dilakukan di Kawah Ratu dengan jumlah anggota baru 23 orang.Prosesinya sangat sederhana dengan penghormatan kepada bendera merah putih dan penyematan syalmerah maron dengan logo anshula kepada seluruh anggota. Setelah itu dipilih ketua Anshula dari angkatan 2015 dan ditunjuk Muhamad Amril Idrus sebagai ketua Anshula baru  serta dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari ketua lama kepada ketua baru.

     Setelah dilakukan acara pelantikan dan serah terima jabatan.Peserta diberikan waktu untuk istirahat dan mengabadikan momon di Kawah Ratu. Jam 14.00 seluruh tim berangkat kembali ke lokasi perkemahan. Perjalanan pulang membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 jam. Setelah tiba di tempat parkir bus peserta beristirahat dan membersihkan diri karena dijadwalkan jam 16.00 peserta kembali ke Mess UNHAN. Perjalanan ke mess sekitar 2 jam 30, dan kami sampai jam 18.30.

     Kegiatan MPA Anshula 2015 diselingi dengan operasi pembersihan pada jalur pendakian dari Bumi Perkemahan Kawasan Kawah Ratu, TamanNasional Halimun Salak (TNHS), kegiatan bersih-bersih di jalur pendakian merupakan upaya dari anggota untuk melestarikan kawasan hutan TNHS, serta sebagai pembelajaran kepada anggota baru untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah di sembarang tempat pada kawasan Taman Nasional. Karena saat ini banyak para penikmat alam, yang kurang peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah disembarang tempat saat melakukan kegiatan di alam bebas.


Kegiatan MPA






Rabu, 04 November 2015

GUNUNG MUNARA, NEGERI DI ATAS PARUNG!

GUNUNG MUNARA, NEGERI DI ATAS PARUNG!
Oleh Marina Ika Sari
Diplomasi Pertahanan Cohort 2


Foto pemandangan dari atas Gunung Munara 

Para pendaki gunung biasanya mendaki gunung yang sudah tak asing lagi bagi kita di Pulau Jawa seperti Gunung Gede, Gunung Papandayan, Gunung Pangrango, Gunung Salak. Namun, apakah sudah pernah mencoba mendaki gunung di sekitar Jabodetabek? Apakah ada gunung di sana? Jawabannya ya, tepatnya di daerah Parung, Bogor.
Mungkin beberapa orang ada yang belum tahu mengenai gunung yang satu ini, namanya Gunung Munara. Gunung Munara terletak di wilayah Kampung Sawah, Rumpin, Bogor. Untuk menuju ke Gunung Munara, kita dapat menggunakan transportasi umum, motor, hingga mobil pribadi. Dengan berbekal tas ransel berisi makan siang dan air minum, kita pun siap menjelajahi gunung tersebut. Kita dapat melakukan pendakian ini bersama keluarga atau dengan para sahabat.
Kenapa harus mencoba mendaki ke Gunung Munara?
·           Lokasi Gunung Munara dekat dari Jakarta, sehingga aksesnya juga mudah dijangkau dan sangat cocok bagi orang yang tidak punya waktu banyak untuk traveling. Kita dapat menjelajahi Gunung Munara cukup dengan satu hari saja. Jadi, untuk karyawan yang libur hanya di weekend, tetap bisa melakukan pendakian.
·           Gunung Munara tidak terlalu tinggi seperti gunung-gunung pada umumnya. Jadi, Gunung Munara sangat cocok untuk para pendaki pemula. Kita dapat mendaki Gunung Munara hingga turun kembali hanya menghabiskan waktu 3 jam.
·           Saat kita mencapai di atas puncak Gunung Munara, pemandangannya sangat indah dan menakjubkan. Terdapat gunung dan bukit-bukit yang berjejer mengelilinginya, di bawah terlihat hamparan sawah yang luas dengan langit biru yang memayunginya. Hal tersebut membuat pikiran dan hati kita menjadi tenang dan damai.
Selain pemandangannya yang indah, kita juga dapat menyusuri nilai-nilai sejarah yang ada di Gunung Munara. Saat dalam perjalanan mendaki, kita akan melewati sebuah goa yang dinamakan Goa Soekarno. Kemudian, di dekat puncak gunung, kita dapat melihat sebuah batu dengan jejak kaki di atasnya, yang dinamakan dengan tapak Kabayan.
Setelah perjuangan mendaki dan mencapai puncak, kita akan menikmati pemandangan pegunungan yang hijau berpadu dengan langit biru sebagai atapnya. Pemandangannya tidak kalah dengan negeri di atas awan (Dieng). Orang-orang tidak akan menyangka bahwa Gunung Munara adalah negeri di atas Parung!

Foto barisan bukit-bukit




Foto hijaunya bukit-bukit beratapkan langit bitu

Kamis, 02 Juli 2015

IPSC ALIAS INDONESIA PEACE AND SECURITY CENTER

IPSC ALIAS INDONESIA PEACE AND SECURITY CENTER

Oleh Gioveny Astaning Permana


Sekian banyak plang hijau petunjuk  jalan di tol jagorawi, namun ada satu yang membuat penasaran. Plang hijau bertuliskan IPSC.

IPSC itu apa ya?




IPSC adalah singkatan dari Indonesia Peace and Security Center. Untuk menuju ke IPSC, kita bisa naik angkutan umum dari Jalan Raya Bogor dan Jalan Mayor Oking Citeureup, kemudian lanjut ojek yang mangkal di depan gerbang Desa Leuwinutug. Pom bensin yang berada di seberang gerbang menjadi patokan pemberhentian angkutan umum. Letak IPSC sebelum sirkuit sentul jika dari arah Citeureup dan setelah Perumahan Permata Sentul jika datang dari arah Babakan Madang. Berikut ini lembaga-lembaga yang ada di kawasan IPSC:

  1. Standby Force (Pasukan Siaga TNI)


Standby Force merupakan satuan tugas misi pemeliharaan perdamaian yang siap setiap saat untuk diberangkatkan sesuai dengan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

  1. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (Terrorism National Institution)

Sumber: bnpt.go.id

Terorisme adalah kejahatan kemanusiaan luar biasa yang harus dijadikan musuh bersama. BNPT berfungsi salah satunya untuk menyusun kebijakan, strategi dan program nasional di bidang penanggulangan terorisme. 
  1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Disaster Management Institution) 

Sumber: bnpb.go.id

IPSC menaungi pusat pendidikan dan pelatihan penanggulangan bencana yang memiliki gedung bernama INA DRTG (Indonesia Disaster Relief Training Ground). INA DRTG berfungsi sebagai:
1.      Markas dan Sekretariat Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRC-PB);
2.     Pusat Pemantau Ancaman dan Kajian Risiko Bencana, dan Informasi Bencana;
3.      Cadangan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) serta
4.      Pusat Pelatihan dan Simulasi Pusdalops;
5.      Akademi Pelatihan Penanggulangan Bencana yang bertaraf internasional. 

  1.  Universitas Pertahanan Indonesia (Indonesia Defense University)
Sumber: tribunnews.com 

Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) merupakan lembaga pendidikan tinggi setingkat S2 yang terbuka bagi sipil maupun militer untuk belajar dan memperdalam Ilmu Pertahanan  dari sudut pandang militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Unhan memberikan beasiswa dalam seluruh kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh program studi Strategi Perang Semesta, Ekonomi Pertahanan, Manajemen Pertahanan, Manajemen Bencana, Peace and Conflict Resolution, asymmetric warfare, diplomasi pertahanan, keamanan maritime, dan ketahanan energy.

  1. Pusat Bahasa Kemendikbud (National Language Center) 
sumber: kemdikbud.go.id 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendirikan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDB), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa diciptakan dengan tujuan menjadikan fungsi bahasa sebagai strategi, baik strategi untuk memahami diri setiap anggota komunitas maupun strategi untuk memahami cara pandang komunitas lain.

  1. Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (Peacekeeping Mission Center) 
sumber: www.pkc-indonesia.mil.id

Meningkatnya keterlibatan TNI dan tantangan dalam misi pemeliharaan perdamaian mendorong kebutuhan akan adanya sebuah institusi yang khusus bertugas untuk menangani segala aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan operasi pemeliharaan perdamaian. Institusi tersebut diharapkan mampu bekerja sama dengan institusi lainnya, sehingga pada tahun 2007 Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) resmi didirikan.



Canti Dharma Park

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke IPSC, ada Canti Dharma Park yang cocok untuk santai bareng keluarga. Canti Dharma Park menyediakan permainan-permainan untuk anak-anak, kolam untuk memancing, dan tempat mengisi perut. 


Penunjuk arah ke Canti Dharma Park 


Buku menu Canti Dharma Cafe



Suasana outdoor

Taman bermain anak-anak